Strategi Membangun Aplikasi Teknologi Layanan Manajemen Sistem Informasi dalam Meningkatkan Profit Perusahaan
MANAJEMEN
LAYANAN SISTEM INFORMASI
Manajemen layanan Sistem Informasi atau IT Service Management
(ITSM) Mengacu pada pelaksanaan dan pengelolaan kualitas layanan TI yang
memenuhi kebutuhan bisnis. Layanan manajemen TI dilakukan oleh penyedia layanan
TI melalui kombinasi yang tepat dari teknologi, manusia, proses dan informasi .
ITSM sangat penting untuk perusahaan karena umumnya menangani
masalah operasional manajemen teknologi informasi (kadang disebut operations
architecture, arsitektur operasi) dan bukan pada pengembangan teknologinya
sendiri.
Layanan TI juga bertindak sebagai agen perubahan untuk memfasilitasi
transformasi bisnis.Manajemen Layanan Sistem Informasi dapat membantu penyedia
lyanan untuk memberikan dan mengelola layanan ini.
Dalam hal ini, ITSM dapat dianggap atau dianalogikan sebagai perencanaan
sumber daya perusahaan/Enterprise Resource Planning(ERP) untuk IT – meskipun
akar sejarah dalam operasi TI membatasi penerapannya di seluruh kegiatan besar
TI lainnya, seperti IT manajemen portofolio dan rekayasa perangkat lunak.
PERAN TEKNOLOGI LAYANAN MANAJEMEN SISTEM ORGANISASI DALAM
ORGANISASI PERUSAHAAN
Perkembangan teknologi dari pengaruh
globalisasi sekarang ini begitu pesat yang diiringi dengan perkembangan sistem
informasi yang berbasis teknologi. Hal ini telah menyebabkan terjadinya
perubahan-perubahan yang begitu cepat di dalam berbagai bidang. Teknologi
informasi dalam hal ini merupakan salah satu tiang penopang keberhasilan dalam
era globalisasi itu (Mulyadi, 1999 dalam Dony 2008). Kemunculan teknologi
mainframe pada dekade 1960-an telah membawa perubahan mendasar pada proses
pengolahan data, yaitu dari proses manual ke proses Bacth (Batch Processing).
Dengan dukungan komputer yang semakin baik, tahun 1970 proses pengolahan data
mulai bergerak menjadi system on-line data processing (Widiatmoko, 2004 dalam
Dinar. K, 2006). Menurut (Wreden, 1997 dalam Hendri 2008)
Penggunaan teknologi dalam perusahaan akan mendukung kegiatan
perusahaan yaitu:
1) Meningkatkan produktivitas
2) Mengurangi biaya operasional
3) Meningkatkan pengambilan keputusan
4) Meningkatkan relationship dengan pelanggan
5) Mengembangkan aplikasi
strategi baru.
Salah satu cara agar organisasi atau perusahaan dapat bersaing
dengan para kompetitornya adalah dengan menggunakan sistem informasi yang baik.
Tidak sedikit organisasi atau perusahaan yang mengeluarkan dana yang begitu
besar dalam investasi sistem informasi tersebut. Kesuksesan pengembangan sistem
informasi sangat tergantung pada kesesuaian harapan antara system analyst,
pemakai (user), sponsor dan kostumer (Szajna dan Scammel, 1993 dalam Elfreda
Aplina, 2003). Demikian juga (Bodnard dan Hopwood, 1995 dalam Elfreda Aplina,
2003) berpendapat bahwa perubahan dari sistem manual ke sistem komputerisasi
tidak hanya menyangkut perubahan teknologi, tetapi juga perubahan perilaku dan
organisasional.
Berdasarkan penelitian dari para peneliti dan praktisi diperoleh
hasil bahwa teknologi informasi yang dimiliki oleh perusahaan merupakan nilai
potensial yang dapat digunakan sebagai salah satu keunggulan kompetitif
perusahaan bersangkutan. Infrastruktur teknologi informasi merupakan alat
kompetitif bagi perusahaan dan merupakan masalah krusial dalam perkembangan
keunggulan kompetitif jangka panjang sebuah perusahaan. Karakteristik unik dari
infrastruktur teknologi informasi menentukan nilai infrastruktur sebuah
organisasi. Salah satu karakteristik infrastruktur teknologi informasi adalah
fleksibel dan responsive. (Yusni dan Clara, 2008).
Teknologi informasi dalam sebuah organisasi terdiri dari perangkat
keras, perangkat lunak, perangkat telekomunikasi, manajemen basis data, dan
teknologi lain yang digunakan untuk menyimpan data dan membuat data tersedia
dalam bentuk informasi kepada pembuat keputusan. (Daft, 2000 dalam Dinar. K,
2006). Teknologi informasi modern dilandasi pada pemahaman bahwa sebagian besar
aktivitas organisasi melibatkan kelompok manusia dan karyawan organisasi, atau
pemasok dan pelanggan. Agar kelompok tersebut bekerja sama, sepakat memecahkan
masalah dan memenuhi kebutuhan satu sama lain, mereka harus bisa berbagi
informasi. Jadi, banyak perusahaan atau organisasi menggunakan teknologi
informasi menawarkan kemampuan kepada orang-orang untuk memanfaatkan Komputer
mereka dalam rangka menyebarkan informasi. (Daft, 2002 dalam Dinar. K, 2006).
Mengacu
kepada Arsitektur Teknologi Informasi Perusahaan pembangunan, penerapan
Teknologi Informasi yang dilakukan dikategorikan sebagai berikut :
1. Aplikasi
Teknologi Informasi yang menjadi landasan dari berbagai aplikasi lain yang ada
di dalam Perusahaan antara lain sistem operasi, basis data, network management
dan lain-lain.
2. Aplikasi
yang sifatnya mendasar (utility) yaitu aplikasi Teknologi Informasi yang
dipergunakan untuk berbagai urusan utilisasi sumber daya Perusahaan anatara
lain sistem penggajian, sistem akuntansi & keuangan dan lain-lain.
3. Aplikasi
Teknologi Informasi yang sesuai dengan kebutuhan spesifikPerusahaan terutama
yang berkaitan dengan proses penciptaan produk/jasa yang ditawarkan Perusahaan
antara lain Aplikasi Properti, Aplikasi Forwarding dan Aplikasi Pergudangan.
Departemen
IT sering kali dipandang sebelah mata karena merupakan departemen yang hanya
bisa menghabiskan uang tanpa bisa menghasilkan uang, hal inilah yang kadang
menjadi problematika tersendiri bagi departemen IT di perusahaan. Terkadang
banyak perusahaan memandang sebelah mata akan peran IT dalam menunjang proses
di Perusahaan tersebut, memang belum banyak alat ukur yang dapat digunakan
untuk mengukur seberapa besar IT berperan atau ikut andil dalam memajukan
perusahaan ?
Beberapa penerapan dari Teknologi Informasi dan
Komunikasi antara lain dalam perusahaan, dunia bisnis, sektor perbankan,
pendidikan, dan kesehatan. Dan yang akan dibahas disini adalah khusus penerapan
Teknologi Infromasi dan Komunikasi dalam Perusahaan.
Penerapan Teknologi Informasi dan Komunikasi banyak
digunakan para usahawan. Kebutuhan efisiensi waktu dan biaya menyebabkan setiap
pelaku usaha merasa perlu menerapkan teknologi informasi dalam lingkungan
kerja. Penerapan Teknologi Informasi dan Komunikasi menyebabkan perubahan bada
kebiasaan kerja. Misalnya penerapan Enterprice Resource Planning (ERP). ERP
adalah salah satu aplikasi perangkat lunak yang mencakup sistem manajemen dalam
perusahaan, cara lama kebanyakan
Untuk dapat mengetahui andil departemen IT di perusahaan adalah dengan
mengetahui keuntungan-keuntungan penerapan teknologi IT di perusahaan tersebut,
misalnya :
1. Manual menjadi otomatis, dan hal ini mengurangi biaya untuk
tenaga kerjanya, biaya untuk kertas, alat tulis, dll.
2. Waktu mengerjakan yang
lebih cepat dengan adanya IT. Sebab dengan IT ini akan memperbendek rantai
birokrasi, yang tadinya selesai dalam 1 minggu dengan IT hanya butuh waktu 1
hari. Apabila waktu tadi kita
konversikan ke biaya maka akan mendapatkan penghematan sekian rupiah.
3. Pengambilan keputusan
yang lebih cepat, karena dengan IT maka data yang dibutuhkan dapat diperoleh
dengan cepat. Hal ini tentu saja akan menjadikan perusahaan menjadi lebih
kompetitif. Sebab dampaknya akan sangat besar bisa jadi karena pengambilan
keputusan yang lambat sebuah perusahaan akan kehilangan banyak order.
4. Dengan penerapan
teknologi IT kita akan dapat menghemat baiaya promosi dan pemasaran, karena
promosi lewat web site akan sangat murah dan konsumen dapat melihat profil perusahaan
dari mana saja diseluruh dunia.
5. Dengan IT maka sistem
akan dapat terintegrasi disemua kantor atau perusahaan sehingga hal ini akan
dapat meningkatkan kecepatan dalam merespon sesuatu dan pihak manajemen akan
dengan cepat mengetahui kondisi perusahaannya tanpa harus berkunjung ke kantor
cabang yang jauh dan memakan biaya transportasi.
Jadi
sebenarnya penerapan IT ini akan sangat menghemat biaya di semua aspek, baik
tenaga kerja, proses, pemasaran, maupun manajemen. Dan penerapan IT ini juga
akan dapat mempercepat kemajuan perusahaan, dengan semain meningkatnya margin
perusahaan.
Untuk mengetahui secara pasti berapa keuntungan yang dihasilkan oleh IT
maka Anda dapat menghitungnya dari penghematan-penghematan yang dihasilkan
perusahaan Anda sebagai imbas dari penerapan IT dikonversikan ke Rupiah, dan
kemajuan-kemajuan yang dicapai perusahaan anda dari penerapan IT ini, maka akan
muncul angka yang cukup signifikan
.
Sistem Informasi secara umum mempunyai beberapa peranan dalam perusahaan, diantaranya sebagai berikut:
1. Minimize risk
Setiap
bisnis memiliki risiko, terutama berkaitan dengan factorfaktor keuangan. Pada
umumnya risiko berasal dari ketidakpastian dalam berbagai hal dan aspek-aspek
eksternal lain yang berada diluar control perusahaan.. Saat ini berbagai jenis
aplikasi telah tersedia untuk mengurangi risiko-risiko yang kerap dihadapi
oleh bisnis seperti forecasting, financial advisory, planning expert dan
lain-lain. Kehadiran teknologi informasi selain harus mampu membantu perusahaan
mengurangi risiko bisnis yang ada, perlu pula menjadi sarana untuk membantu
manajemen dalam mengelola risiko yang dihadapi.
2.
Reduce costs
Peranan teknologi informasi sebagai
katalisator dalam berbagai usaha pengurangan biaya-biaya operasional perusahaan
pada akhirnya akan berpengaruh terhadap profitabilitas perusahaan. Sehubungan
dengan hal tersebut biasanya ada empat cara yang ditawarkan teknologi informasi
untuk mengurangi biaya-biaya kegiatan operasional yaitu:
A. Eleminasi proses
Implementasi
berbagai komponen teknologi informasi akan mampu menghilangkan atau
mengeliminasi proses-proses yang dirasa tidak perlu. Contoh call center untuk
menggantikan fungsi layanan pelanggan dalam menghadapi keluhan pelanggan.
B. Simplifikasi proses
Berbagai proses yang panjang dan berbelit-belit
(birokratis) biasanya dapat disederhanakandengan mengimplementasikan berbagai
komponen teknologi informasi. Contoh order
dapat dilakukan melalui situs perusahaan tanpa perlu datang ke bagian pelayanan
order.
C. Integrasi proses
Teknologi informasi juga
mampu melakukan pengintegrasian beberapa proses menjadi satu sehingga terasa
lebih cepat dan praktis (secara langsung akan meningkatkan kepuasan pelanggan
juga).
D. Otomatisasi proses
Mengubah
proses manual menjadi otomatis merupakan tawaran klasik dari teknologi
informasi.
3. Add Value
Peranan
selanjutnya dari teknologi informasi adalah untuk menciptakan value bagi pelanggan perusahaan. Tujuan akhir dari penciptaan
value tidak sekedar untuk memuaskan pelanggan, tetapi lebih jauh lagi untuk
menciptakan loyalitas sehingga pelanggan tersebut bersedia selalu menjadi
konsumennya untuk jangka panjang.
4. Create new realities
Perkembangan
teknologi informasi terakhir yang ditandai dengan pesatnya teknologi internet
telah mampu menciptakan suatu arena bersaing baru bagi perusahaan, yaitu di
dunia maya. Berbagai konsep e-business semacan e–commerce, e–procurement, e–customer, e–loyalty,
dan lain-lainnya pada dasarnya merupakan cara pandang baru dalam menanggapi
mekanisme bisnis di era globalisasi informasi.
Bagi beberapa perusahaan, sebuah strategi IT tidak selalu pada kasus yang
formal. Walaupun dinamakan perencanaan Sistem Informasi (IS) “Strategic”,
arsitektur aplikasi, data, teknologi dan proses manajemen IS, yang terdiri dari
standar pengembangan dan pelaporan, semuanya disajikan dengan rencana, proses
dan kebutuhan dari bisnis yang ada saat ini. Tidak ada acuan atau philosofi
untuk kegunaan teknologi di perusahaan dan tidak terkesan adanya aturan yang
signifikan dalam menentukan strategi mana yang lebih efektif, menguntungkan dan
dapat dikerjakan dengan mudah.
Dalam
lingkungan konvensional, hubungan antara strategi kompetitif perusahaan dan
manfaat penggunaan IT dikembangkan melalui beberapa lapisan; dari perencanaan,
analisa dan perancangan. Dapat dipahami bila pada ligkungan sseperti ini IT
memiliki pengaruh yang kecil terhadap strategi kompetitif perusahaan. Sejalan
dengan semakin luasnya pemanfaatan IT di lingkungan bisnis, semakin terlihat
tidak ada lagi pemisahan antara IT dan Strategi kompetitif perusahaan, karena
semua strategi kompetitif harus memiliki IT sama halnya dengan memiliki
marketing, produsen dan keuangan.
Strategi IT membantu manager untuk mendefinisikan batasan pembuatan
keputusan untuk tindakan berikutnya, tapi menghentikan dengan singkat dalam
menentukan tindakan untuk dirinya sendiri. Hal ini merupakan perbedaan mendasar
antara Strategi IT dan perencanaan IT. Strategi IT merupakan kumpulan prioritas
yang menguasai pembuatan keputusan bagi user dan proses data profesional. Hal
itu merupakan bentuk aturan framework untuk kegunaan IT dalam perusahaan, dan
menjelaskan bagaimana seorang eksekutif senior pada perusahaan akan berhubungan
pada infrastruktur IT. Perencanaan
IT pada hal lain, memfokuskan pada pelaksanaan dari Strategi IT.
Perencanaan Strategis Sistem Informasi diperlukan agar sebuah organisasi
dapat mengenali target terbaik untuk melakukan pembelian dan penerapan sistem
informasi manajemen dan menolong untuk memaksimalkan hasil dari investasi pada
bidang teknologi informasi. Sebuah sistem informasi yang dibuat berdasarkan
Perancangan Startegis Sistem Informasi yang baik, akan membantu sebuah
organisasi dalam pengambilan keputusan untuk melakukan rencana bisnisnya dan
merealisasikan pencapian bisnisnya. Dalam dunia bisnis saat ini, penerapan dari
teknologi informasi untuk menentukan strategi perusahaan adalah salah satu cara
yang paling efektif untuk meningkatkan performa bisnis.
Strategi TI diperlukan untuk :
• Pengetahuan mengenai teknologi baru
• Dilibatkan dalam perencanaan taktis dan strategis
• Dibahas dalam diskusi perusahaan
• Memahami kelebihan dan kekurangan teknologi
Dengan semakin
berkembangnya peranan teknologi informasi dalam dunia bisnis, maka menuntut
manajemen SI/TI untuk menghasilkan Sistem Informasi yang layak dan mendukung
kegiatan bisnis. Untuk
itu, dituntut sebuah perubahan dalam bidang manajemen SI/TI. Perubahan yang
terjadi adalah dengan diterapkannya Perancangan Strategis Sistem Informasi
untuk memenuhi tuntutan menghasilkan SI yang mendukung kegiatan bisnis suatu
organisasi. Seiring dengan perkembangan zaman dan dunia bisnis, peningkatan
Perencanaan Strategis Sistem Informasi menjadi tantangan serius bagi pihak
manajemen SI/TI.
SI/TI sebagai Enabler, Organisasi/perusahaan dituntut untuk
mengaplikasikan teknologi bukan hanya untuk menjaga eksistensi bisnisnya
melainkan juga untuk menciptakan peluang dalam persaingan. Pemahaman
mengenai peran pengembangan teknologi dan sistem informasi
diperlukan untuk mengelola teknologi dan sistem informasi dalam organisasi
itu sendiri.
IT mendukung
perusahaan/organisasi di level
- Strategik
- Taktik
- Operasional
Keterkaitan Bisnis dengan SI/TI
1. Kesesuaian
TI dan Bisnis
- Melakukan sinergi antara external dan internal domain
- Pilihan strategis external harus selaras dengan pengaturan internal => umum dalam bisnis
- Domain TI: Strategi untuk TI harus terlihat pada external domain: menentukan posisi/formula perusahaan dalam pasaran produk TI
- TI => enabler: menentukan atau membentuk strategi bisnis (tidak hanya berfungsi sebagai response/support terhadap kebutuhan strategi bisnis).
2. Integrasi
Fungsional TI bagi perusahaan:
- Strategi bisnis dan strategi TI, pada tingkat eksekusi dan fungsional.
- Operasional bisnis dan infrastruktur TI
STRATEGI MOBILE BISNIS DALAM MENINGKATKAN PROFIT BAGI
PERUSAHAAN
Mobile internet sudah menyentuh hampir seluruh bidang kehidupan
manusia tanpa terkecuali. Tingkat pengguna mobile internet sudah
mencapai angka yang melebihi penggunaan internet pada komputer PC di beberapa
Negara Eropa dan Asia, misalnya Jepang. Fenomena yang dimulai pada tahun
1990-an itu banyak merevolusi cara-cara berbisnis dan kemudian melahirkan the
way of doing business. Inilah cara baru berbisnis yang dapat dilakukan di mana
saja, kapan saja, dan oleh siapa saja.
Dengan kehadiran i-Mode ini maka muncullah istilah baru dalam
bidang bisnis dengan pemanfaatan mobile internet yaitu mobile business (m-business)
atau yang sering dikenal dengan istilah mobile commerce (m-commerce).
Definisi m-commerce menurut Ericsson adalah jasa transaksi terpercaya
melalui mobile devices untuk pertukaran barang dan jasa antara
konsumen, pedagang, dan institusi finansial. Saat ini, fungsi dari uang cash
sudah mulai bergeser sedikit demi sedikit ke arah virtual money, baik dalam
bentuk saldo bank (flash BCA dan kartu kredit) maupun pulsa operator yang
kemudian dapat ditukarkan dengan uang cash di ATM
Menurut Siemens, sistematika m-bussiness dibagi dalam
enam kategori yaitu :
1.
Mobile Commerce yang terdiri dari
perbankan, perdagangan, pembelian, ticketing, perlelangan, travel
management, dan lain-lain.
2. Mobile Info-Service yang terdiri dari
informasi cuaca, pasar modal, berita akses internet, jasa penetapan lokasi, dan
lain sebagainya.
3.
Mobile Service yang terdiri dari jasa
perbaikan, emergency, pengontrolan, serta jasa telemetika lainnya.
4.
Mobile Communication yang terdiri dari
komunikasi suara, pesan-pesan, SMS, mobile multimedia, dan lain-lain.
5.
Mobile Entertainment yang terdiri dari
hiburan musik, video, games, lotere, dan lain-lain
6.
Mobile Office yang terdiri dari email,
penjadwalan, dan direktori.
Terdapat dua belas bidang usaha di Indonesia (dan di negara lain
tentunya) yang saat ini sudah dapat menjalankan m-commerce yaitu :
perbankan, asuransi, ritel, pengelolaan sistem pajak, jasa kurir, penerbangan,
perhotelan, travel, pelayanan publik, media informasi dan hiburan, media
massa, perdagangan saham, dan properti.
Dari kedua belas bidang usaha tersebut diatas, enam bidang usaha
yang diprediksikan memiliki masa depan bagus untuk mempraktekkan m-commerce
yaitu : perbankan (contoh : m-banking), penerbangan (airline reservation),
perhotelan (hotel reservation), travel (travel reservation), layanan publik
(pembayaran rekening listrik, telepon, air), dan media informasi dan hiburan
(penjualan ringing tone, informasi jadwal bioskop). Keenam bidang ini dianggap
memiliki tingkat penilaian yang baik dari sisi adopsi masyarakat, prospek
bisnis, dan tingkat kompetisi.
Sedangkan keenam bidang lainnya yaitu : asuransi, ritel, pajak,
jasa kurir dan distribusi, media massa, perdagangan saham, dan property dianggap
belum cerah dimasa sekarang dikarenakan berbagai hal misalnya untuk perdagangan
saham membutuhkan koneksi yang real-time, untuk memanfaatkan SMS sangat
beresiko karena dikhawatirkan pesan tidak sampai pada tujuan. Disebut belum
cerah karena kemungkinan berkembang masih terbuka luas. Meskipun demikian
mungkin pula ada bidang usaha yang tidak akan berkembang dalam waktu yang lama.
Contoh Aplikasi
Mobile Untuk Bisnis Di Indonesia
Seperti yang telah disebutkan di atas bahwa terdapat enam kategori
bidang usaha yang saat ini memiliki perkembangan yang sangat bagus dalam m-commerce di
Indonesia. Perkembangan ini tentunya didukung oleh karena adanya aplikasi
mobile yang menjalankan ke-enam bidang usaha tersebut. Contohnya untuk bidang
perbankan, BCA dengan klik-BCA dan CIMB Niaga dengan CIMB Clicks. Para program
developer saat ini berlomba – lomba untuk menciptakan aplikasi mobile yang
mendukung m-commerce untuk berbagai vendor mobile (iPhone,
Blackberry, Android, dan Java). Hal ini juga yang membuat setiap orang yang
memiliki perangkat mobiledapat melakukan m-commerce di manapun
mereka berada.
Selain aplikasi mobile, beberapa perusahaan yang bergerak di
bidang m-commerce juga mulai bermunculan, seperti MCI (Mobile
Commerce Indonesia dan PT. mCommerce Indonesia Jakarta. Selain menawarkan
aplikasi mobile m-commerce sebagai komoditi dagang, mereka juga
menawarkan jasa bantuan bagi para pengembang usaha yang ingin mulai
menggunakan m-commerce. Kelebihannya, perusahaan – perusahaan ini
mendukung hampir seluruh bidang usaha mulai dari skala kecil hingga ke skala
besar. Bagi sebagian pelaku bisnis m-commerce di Indonesia, cara
baru berbisnis yang disebut m-commerce ini diyakini kini sedang
tumbuh dan terus berkembang di Indonesia. Hal ini terlihat jelas dengan
terus bermunculannya berbagai inovasi m-commerce di dunia bisnis
Indonesia. Inovasi-inovasi m-commerce itu dipandang merupakan
peluang-peluang bisnis baru atau sumber pendapatan baru, baik di saat
sekarang maupun di masa depan. Sebuah studi
oleh MEF pada bulan Juni tahun 2011 menemukan bahwa 82%
konsumen telah menggunakan ponsel mereka untuk melakukan pembelian. Produk yang
paling sering dibeli adalah produk digital, meskipun banyak dari konsumen juga
membeli tiket, buku, dan barang elektronik menggunakan ponsel mereka. Sementara
Dalam hal mobile banking, 73% responden di Indonesia telah menggunakan mobile
banking dibandingkan dengan 48% di Singapura dan 44% di India. 63% responden
Indonesia telah mengirimkan airtime untuk orang lain. Proses ini
mungkin lebih dikenal dengan mengirimkan pulsa telepon.
Contoh M-Commerce Seperti
:
·
Pembayaran tagihan melalui mobile phones
·
Pengenalan suara melalui mobile phones untuk
membeli karcis bioskop
·
Pembelian tiket pesawat melalui mobile phone.
·
Transfer dana melalui mobile phones (mobile
wallet)
·
Trading saham melalui mobile phones
Keuntungan Yang
Diperoleh Dengan Menggunakan Transaksi Melalui M-Commerce Bagi Suatu Perusahaan
:
·
Meningkatkan pendapatan dengan menggunakan
online channel yang biayanya lebih murah.
·
Mengurangi biaya-biaya yang berhubungan dengan
kertas, seperti biaya pos surat, pencetakan, report, dan sebagainya.
· Mengurangi keterlambatan dengan menggunakan
transfer elektronik/pembayaran yang tepat waktu dan dapat langsung dicek.
·
Mempercepat pelayanan ke pelanggan, dan
pelayanan lebih responsif
REFERENSI :
http://gunswinata.blogspot.com/2016/03/manajemen-layanan-sistem-informasi.html
https://jane.blog.uns.ac.id/2009/11/17/peranan-it-dalam-organisasi-perusahaan/
https://www.hestanto.web.id/manfaat-teknologi-informasi-bagi-perusahaan/
http://blog.ilkom.unsri.ac.id/blog/2016/01/16/pemanfaatan-teknologi-mobile-dalam-bisnis/



Komentar
Posting Komentar