Membangun Sistem Keamanan Jaringan Pada Aplikasi Berbasis Web/Mobile Manajemen Layanan Sistem Informasi
A. Pendahuluan
Perkembangan
penggunaan jaringan komputer sebagai jalur untuk pentrasmisian data diikuti oleh
beberapa aspek yang berhubungan terhadap ketersedian teknologi yang ada.
Teknologi komunikasi tidak hanya berbicara mengenai ketersedian akan hardware ,
software atau konten tetapi juga terhadap reliabilitas dari data yang
dikirimkan melalui jaringan. Reliabilitas data atau lingkungannya merupakan
pokok bahasan yang secara langsung membicarakan mengenai keamanan data maupun
jaringan komputer.
Membangun
sistem kemanan jaringan pada aplikasi berbasis web atau mobile dibutuhkan
sebuah sistem yang mampu melakukan kendali terhadap unsur keamanan untuk
menjaga agar ketersediaan akan sumber daya komunikasi dan kerahasiaanya/privasi
tetap terjaga.
B.
Keamanan Jaringan Pada Aplikasi Web
Aplikasi web
merupakan suatu lingkungan yang terstruktur dalam bentuk program komputer yang
memungkinkan pengunjung website memasukkan dan menampilkan data dari dan ke
suatu database server melalui internet dengan menggunakan web browser. Kemudian
data ditampilkan ke pengguna sebagai informasi yang dihasilkan secara dinamis
oleh aplikasi web melalui web server.
C.
Ciri dan Sifat Aplikasi Web
Menurut Roger
S. Pressman dalam bukunya Software Engineering A Practitioner’s Approach
dikatakan suatu aplikasi web memiliki perbedaan dengan aplikasi lainnya, karena
memiliki sifat dan ciri-ciri sebagai berikut:
Network
Intensive
Network
intensive Sifat dasar dari suatu aplikasi web adalah terletak pada suatu
jaringan (internet, intranet atau extranet) dimana aplikasi web harus melayani
bermacam-macam kebutuhan dari penggunanya.
Network
intensive Sifat dasar dari suatu aplikasi web adalah terletak pada suatu
jaringan (internet, intranet atau extranet) dimana aplikasi web harus melayani
bermacam-macam kebutuhan dari penggunanya.
Content Driven
Fungsi utama
dari aplikasi web adalah untuk menampilkan informasi berupa teks, gambar,
audio, dan video kepada para penggunanya.
Continuous Evolution
Aplikasi web
mengalami perubahan secara terus-menerus (continuous evolution), terutama pada
bagian isi (informasi) dari aplikasi tersebut.
Document-Oriented
Halaman-halaman
web yang bersifat statis akan tetap ada meskipun telah terdapat teknik
pemrograman web dengan menggunakan bahasa pemrograman java atau yang lainnya.
Immediacy
Aplikasi web
memiliki karakteristik kesiapan (immediacy), yang berarti aplikasi web tersebut
harus sudah siap dan lengkap untuk ditampilkan ke publik dalam jarak waktu
beberapa hari atau minggu saja, dan hal ini tidak ditemukan pada perangkat
lunak lainnya.
Security
Berkembangnya
aplikasi web dan Internet menyebabkan pergerakan sistem informasi untuk
menggunakannya sebagai basis. Banyak sistem yang tidak terhubung ke Internet
tetapi tetap menggunakan basis aplikasi web sebagai basis untuk sistem
informasinya yang dipasang di jaringan Intranet. Untuk itu, keamanan sistem
informasi yang berbasis aplikasi web dan teknologi Internet bergantung kepada
keamanan sistem aplikasi web tersebut.
Keamanan
dibutuhkan untuk melindungi isi dari aplikasi web yang sensitif dan menyediakan
proses pengiriman data yang aman, oleh karena itu keamanan aplikasi harus
diterapkan pada seluruh infrastruktur yang mendukung web aplikasi, termasuk
juga web aplikasi itu sendiri.
Arsitektur
sistem aplikasi web terdiri dari dua sisi: server dan klien. Keduanya
dihubungkan dengan jaringan komputer (computer network). Selain menyajikan
data-data dalam bentuk statis, aplikasi dapat menyajikan data dalam bentuk
dinamis dengan menjalankan program. Program ini dapat dijalankan di server
(misal dengan CGI, servlet) dan di klien (applet, Javascript).
Aesthetics
Selain sisi
teknis, estetis juga merupakan suatu hal yang harus diperhatikan dalam sebuah
aplikasi web, karena tampilan dan keindahan adalah salah satu hal yang utama,
yang digunakan sebagai daya tarik pengunjung.
D.
Serangan
Keamanan Aplikasi Web
Dunia internet
saat ini mengenal banyak jenis serangan yang dilakukan dan sering merugikan.
Jenis-jenis serangan terjadi selama ini dapat dikategorikan dalam empat
kategori berdasarkan kriteria target serangan yaitu:
Interruption : serangan atas ketersediaan informasi. Penyerang mengganggu dengan
melakukan penghentian aliran informasi kepada klien.
Interception : serangan atas kerahasiaan. Mengakses informasi yang bukan menjadi
haknya adalah tujuan dari serangan ini. Informasi dapat digunakan untuk hal-hal
yang merugikan pihak lain.
Modification : serangan atas integrasi suatu informasi. Mengakses informasi dan
dapat juga mengubah isi informasi menjadi sasaran serangan ini.
Fabrication : serangan terhadap
proses autentifikasi. Membangkitkan objek palsu yang dikenal sebagai bagian
dari sistem merupakan tujuan dari serangan jenis.
Dari sisi motif
tindakan, serangan yang terjadi dapat dikategorikan berdasarkan jenis tindakan
yang dilakukan, dan dikelompokkan menjadi sebagai berikut:
Ancaman Pasif
Serangan yang
dilakukan lebih bersifat mengamati perilaku sasaran, pada tahap ini penyerang
berusaha mengenali setiap bagian sasaran. Tindakan yang dilakukan antara lain:
· Melepaskan
serangkaian pesan ke target untuk mengetahui respon target, dan mendapatkan
informasi awal tentang target.
·
Analisa
trafik, dilakukan untuk mengetahui pola trafik data pada target.
Ancaman aktif
Serangan yang
dilakukan telah ditujukan untuk berdampak langsung pada target. Beberapa
tindakan serangan yang banyak dikenal merugikan merupakan contoh dari tindakan
ini. Berikut beberapa diantaranya:
·
Masquerade,
penyerangan dikenali sebagai bagian dari alias identitas yang berwenang.
·
Reply
·
Modifikasi
isi pesan (Mengubah pesan layanan yang diberikan oleh sistem)
·
Denial
of service (Menghilangkan kemampuan sistem untuk memberikan layanan).
E.
Threat
Modeling ( Penanganan Ancaman Demi Keamanan Jaringan Aplikasi Web )
Threat Modeling merupakan teknik yang
cukup populer digunakan untuk membantu desainer sistem mengetahui ancaman
keamanan yang mungkin timbul pada suatu sistem atau aplikasi web-nya. Oleh
karena itu pemodelan ancaman dapat dijadikan sebuah ukuran untuk memperkirakan
resiko yang mungkin terjadi pada sebuah aplikasi web. Dalam kenyataannya
pemodelan ancaman memungkinkan desainer dalam mengembangkan strategi untuk
mengatasi masalah pada bagian dari aplikasi yang mudah diserang
(vulnerabilities) dan membantu desainer agar tetap fokus pada pengerjaan
kebutuhan sistem aplikasi web yang terbatas oleh sumber daya, dimana aplikasi
web tersebut dituntut segera terselesaikan.
Selain itu terdapat pula kelebihan dan
kekurangan yang dimiliki oleh teknik pengujian aplikasi web yang dilakukan
dengan mengunakan teknik pemodelan ancaman, adalah sebagai berikut:
Kelebihan
·
Merupakan
teknik yang dilihat dari perspektif seorang penyerang (attacker) sistem
aplikasi web.
·
Fleksibel
·
Dilakukan
pada permulaan SDLC
Kekurangan
·
Relatif
merupakan teknik baru
·
Pemodelan
ancaman yang baik tidak dilakukan secara otomatis oleh perangkat lunak
Selain itu pemodelan ancaman merupakan
suatu metode yang digunakan untuk mengenali atau mengetahui ancaman
(Vulnerability), serangan (attack), dan kelemahan (vulnerabilities) yang
berhubungan dengan aplikasi web. Pembentukan pemodelan ancaman dibagi ke dalam
beberapa tahap:
Identify Security Objectives
Tahap ke-1: identify security
objectives, dilakukan untuk mengetahui tujuan/kebutuhan keamanan aplikasi web,
hal ini digunakan untuk membantu menentukan aktivitas pemodelan ancaman, dan
untuk menentukan berapa banyak usaha pengujian yang perlu dilakukan.
Create Application Overview
Tahap ke-2: Create Application Overview,
dilakukan untuk mengetahui karakteristik dan aktor pada aplikasi web, hal ini
digunakan untuk membantu mengenali ancaman yang ada.
Decompose Application
Tahap ke-3: Decompose Application,
dilakukan untuk mengetahui mekanisme aplikasi web secara detail, hal ini juga
digunakan untuk membantu mengenali ancaman yang ada.
Identify Threats
Tahap Ke-4: Identify Threat, dilakukan
untuk mengenali ancaman yang ada, yaitu dengan menggunakan tahap ke-2 dan
ke-3.
Identify Vulnerabilities
Tahap Ke-5 Identify Vulnerabilities,
dilakukan untuk mengetahui kelemahan yang terdapat pada aplikasi web, hal ini
digunakan untuk membantu mengenali area yang terjadi kesalahan.
REFERENSI
http://xerma.blogspot.com/2014/01/menjelaskan-keamanan-aplikasi-web.html
http://itnetcomp.blogspot.com/2016/07/membangun-sistem-keamanan-jaringan.html





Komentar
Posting Komentar